Kapan rencana sesinya?

Ada slot Penuh Tutup
Cek jadwal tersedia untuk H-1 hingga 2 bulan ke depan. Untuk sesi hari ini (Hari H) atau permintaan khusus langsung chat kami aja ya - kami akan bantu carikan solusinya.

Ingin sesi lebih santai?

Tambah waktu agar tidak terburu-buru. Rp 400.000 per 30 menit.

+30 menit

+Rp 400.000

+60 menit

+Rp 800.000

Pilih jam sesi mulai dari:

Opinion & Culture

Gaya Hidup Minimalis ala Raditya Dika: Inspirasi Konsep Pemotretan dan Dekorasi Foto di Rumah

Gaya Hidup Minimalis ala Raditya Dika:
Inspirasi Konsep Pemotretan dan Dekorasi Foto di Rumah

Menurut Joshua Becker, penulis asal Amerika Serikat dengan bukunya yang berjudul Becoming Minimalist, gaya hidup minimalis pada dasarnya adalah tentang memiliki hal-hal yang benar-benar membuat kita bahagia. Secara garis besar, konsep ini membantu kita mendapatkan rasa puas dalam kehidupan, meminimalisir sifat konsumtif, dan memberikan dampak positif pada kesehatan mental.

Nah, Sobat, jika kita bicara soal minimalis di Indonesia, nama Raditya Dika pasti sering muncul. Penulis, komedian, dan kreator konten populer ini telah menginspirasi banyak orang untuk menyederhanakan hidup. Namun, tahukah kamu bahwa prinsip gaya hidup minimalis ala Raditya Dika ini sangat bisa diterapkan dalam dunia fotografi?

Di BEST FOTO STUDIO, Mimin sering melihat pelanggan yang bingung memilih konsep foto atau cara memajang hasil cetakan di rumah yang ukurannya terbatas. Terlalu banyak properti atau bingkai foto yang menumpuk justru bisa membuat ruangan terasa sesak.

Mari kita bedah lima tips hidup minimalis dari kanal YouTube Raditya Dika, dan bagaimana Sob bisa menerapkannya untuk mengabadikan momen secara lebih bermakna.

1. Terapkan Aturan 90/90 pada Galeri dan Memori Digital

Tips pertama dari Raditya Dika adalah menyumbangkan barang yang tidak dipakai dalam 90 hari terakhir. Dalam dunia fotografi, coba terapkan ini pada memori smartphone atau kamera Sobat. Berapa banyak foto selfie atau pemandangan yang sama yang tidak pernah kamu lihat lagi selama 90 hari terakhir?

Menumpuk ribuan foto digital yang mirip hanya akan membuat penyimpanan penuh dan membuat kita malas melihatnya kembali. Mimin menyarankan, kurasi foto-foto tersebut. Pilih satu atau dua foto yang paling bagus, lalu cetak. Sisanya, Sob bisa menghapusnya untuk memberi ruang pada memori baru yang lebih bermakna.

2. Jangan Terlalu Sentimental pada Setiap Jepretan

Seringkali, kita menyimpan ratusan foto yang blur atau out of focus hanya karena alasan sentimental. Sama seperti barang fisik, kenangan memang penting, tetapi kita tidak perlu menyimpan setiap detik jepretan yang kurang maksimal.

Pilihlah foto yang benar-benar menangkap emosi dan cerita dengan jelas. Sebuah foto keluarga dengan senyum yang tulus jauh lebih berharga daripada sepuluh foto dengan pose yang canggung. Dengan melepaskan ikatan sentimental pada foto-foto yang kurang bagus, kamu akan lebih menghargai karya foto yang benar-benar berkualitas.

3. Fokus pada Konsep Esensial Saat Pemotretan

Saat merencanakan sesi foto, terkadang kita ingin memasukkan semua ide, properti, dan banyak pakaian. Sesuai prinsip minimalis yang mengutamakan kebutuhan daripada keinginan, cobalah untuk menyederhanakan konsep.

Di BEST FOTO STUDIO, konsep minimalis dengan latar belakang polos (seperti warna putih, abu-abu, atau earth tone) justru sering menjadi favorit. Mengapa demikian? Karena tanpa adanya properti yang berlebihan, fokus utama dari foto tersebut adalah subjeknya—yaitu ekspresi, sorot mata, dan koneksi antara kamu dan orang tersayang. Hasilnya adalah potret yang timeless atau tidak lekang oleh waktu.

4. Prinsip Mengganti, Bukan Menambah untuk Dekorasi Dinding

Ketika kamu memiliki foto keluarga terbaru, apa yang biasanya kamu lakukan? Seringkali kita membelinya bersama bingkai baru dan menempelkannya di dinding yang sudah penuh. Raditya Dika menyarankan prinsip "satu masuk, satu keluar".

Jika Sob ingin memajang foto terbaru di ruang tamu, turunkan satu foto lama dan simpan dengan rapi di dalam album fisik. Cara ini menjaga dinding rumahmu tetap bersih dan estetik. Rotasi pajangan ini juga membuat ruangan terasa selalu segar tanpa harus terlihat seperti galeri yang sumpek.

5. Merawat Memori dengan Medium Cetak yang Tepat

Tips terakhir adalah merawat apa yang kita miliki agar tetap berfungsi dan rapi. Dalam hal fotografi, cara terbaik merawat sebuah memori adalah dengan mencetaknya menggunakan bahan berkualitas tinggi. Di sinilah cetak kanvas menjadi solusi yang sangat sejalan dengan gaya hidup minimalis.

Berbeda dengan bingkai kaca yang berat, tebal, dan rentan pecah, cetak kanvas memberikan kesan yang ringan namun elegan. Tekstur kain kanvas sangat kuat dan tahan lama. Cetakan kanvas bisa langsung digantung di dinding tanpa memakan banyak dimensi ruang, sehingga estetika ruangan minimalis Sobat tetap terjaga dengan sempurna.

Mengadopsi gaya hidup minimalis, baik dalam menata barang maupun merawat kenangan, akan memberikan dampak besar pada ketenangan pikiran. Rumah akan terasa lebih luas, dan momen-momen yang terpajang di dinding akan terasa jauh lebih istimewa.

Menerapkan gaya minimalis bukan berarti kita berhenti merayakan kenangan. Justru, dengan pendekatan ini, kita menjadi lebih selektif dan menghargai kualitas di atas kuantitas. Sebuah potret sederhana dengan pencahayaan yang tepat, dicetak di atas kanvas berkualitas, bisa menjadi centerpiece yang menghangatkan suasana rumah tanpa harus mengorbankan ruang kosong yang menenangkan.

Bagi kamu yang menyukai gaya visual bersih, elegan, dan fokus pada karakter asli subjek, sesi pemotretan dengan konsep minimalis adalah pilihan yang sangat layak untuk dicoba.

💬 Konsultasi Pemotretan: Jika Sobat ingin konsultasi seputar pemotretan, langsung saja hubungi Mimin via WhatsApp di 081282822522.

📍 Lokasi Studio: Sobat juga bisa berkunjung ke studio kami yang berlokasi di Jl. Industri 1 no. 24. Kami siap menyambut kapanpun Sobat ingin datang, pastikan sudah membuat janjian terlebih dahulu ya, Sob! 💙

📷 Cek Layanan & Portfolio: 👉 bestfotostudio.com

Reservasi Sekarang